Kamis, 04 Juni 2015

LAPORAN KERAMIK



    LAPORAN TERSTRUKTUR KERAMIK DASAR
                       SEBAGAI TUGAS AKHIR MATA KULIAH KERAMIK DASAR

logo vektor universitas negeri padang.png

OLEH:
NAMA: SLAMET SUONO
NIM: 1301020

Kelas: Senin Siang

PRODI PENDIDIKAN SENI RUPA JURUSAN  SENI RUPA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014 / 2015





Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyusun laporan ini tepat pada waktunya. Laporan ini membahas tentang proses pembuatan keramik sebagai tugas akhir semester genap.
Dalam penyusunan laporan ini, penulis mendapatkan  tantangan dan hambatan, akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak, tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, semoga atas bantuanya mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan dalam pembuatan laporan selanjutnya.
Akhir kata semoga laporan ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua terutama kepada penulis sendiri sebagai penyusun laporan ini.


Padang, 28 Mei 2015


Slamet Suono









DAFTAR ISI


Halaman judul…………………………………………………………………………………  i.
Katapengantar…..……………………………………………………………………………. ii.
Daftar isi……………….………………………………………………………………………… iii.
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………… 1.
1.1  Latar Belakang………………………………………………………………. 1.    
1.2  Definisi ………………………………………………………….……………… 1.
1.3  Sifat………………………………………………………………………………. 1.
1.4  Jenis Jenis Keramik………………………………………………………… 1.
            1.4.1 Keramik Tradisional………………………………………….. 2.
            1.4.2 Keramik Halus…………………………………...…………….. 2.
1.5 Jenis Keramik Menurut Kepadatan………………..……………….. 2.
            1.5.1 Gerabah……………………………………………………………. 2.
            1.5.2 Keramik Batu……………………………………..…………….. 3.
            1.5.3 Porselin…………………………………………………………….. 3.
            1.5.4 Keramik Baru……………………………………..…………….. 3.
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………….……………… 4.
            TEKNIK TEKNIK DALAM PEMBUATAN KERAMIK….………………… 4.
            2.1  Penyiapan Bahan Mentah...…………………………………………… 4.
            2.2  Teknik Coiling...……………………………………………………………… 4.
            2.3  Teknik Pijit Pinching…………………………..………………………….. 5.
            2.4  Teknik Cetak Moulding…………………………………………………… 7.
            2.5  Teknik Lempeng Slab Building…………………………………………. 8.
            2.6  soufennir ceramic……………………………………………….…………… 8.
BAB III. PENUTUPAN…………………………………………………………………………. 9.
            3.1  Kesimpulan…………………………………………………………………….. 9.
            3.2  saran………………………………………………………………………………. 9.




















BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Perkembangan teknologi material keramik pada saat ini telah diarahkan kepada spesifikasi kegunaannya dalam berbagai kebutuhan, antara lain : kebutuhan rumah tangga, industri mekanik, elektronika, cordierite, refraktori, teknologi ruang angkasa, keramik berpori , dan lain sebagainya.
Industri keramik telah bermula dalam tahun 4500 sebelum Masehi yang di usahakan oleh penduduk di perkampungan neolitik di dalam daerah Shanxi di negeri China. Industri keramik pada masa itu hanya tertumpu pada penghasilan tembikar.Tembikar tertua di temui di England, dapat di kesan kembali pada pertama tahun masehi dan penaklukan Roma. Antara masa itu dan 1500 tahun Masehi, perkembangan yang paling penting adalah porselin yang dapat memantulkan cahaya. Aktiviti di England bermula dengan tembikar eistercian pada awal abad ke enam belas. Abad ketujuh belas mulai nampak permulaan industri tembikar Inggris melalui Tofst bersaudara yang membuat tembikar slip di Staffordshire. Dalam abad ke delapan belas menampakkan bibit perkembangan yang telah menjadikan industri tembikar sebagaimana yang terdapat pada hari ini.
Di bagian akhir abad ini pengenalan api elektro telah membawa kepada bibit permulaan industri porselin elektro.
Dalam tempoh selepas perang dunia kedua, industri keramik tertumpu kepada produksi yang bisa memberikan ciri-ciri yang istimewa serta Modern. Ia dihasilkan dari bahan mentah alami atau sintetis atau campuran yang melibatkan metode berteknologi modern. Keramik jenis ini digolongkan kepada keramik Modern atau advance keramik.
1.2       Definisi
Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani,keramikos, yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Kamus dan ensiclopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar seperti gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat. (Yusuf, 1998;2)
1.3       Sifat
Sifat keramik sangat ditentukan oleh struktur kristal, komposisi kimia dan mineral bawaannya. Oleh karena itu sifat keramik juga tergantung pada lingkungan geologi di mana bahan diperoleh. sifat yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada kebanyakan jenis keramik adalah britle atau rapuh, hal ini dapat kita lihat pada keramik jenis tradisional seperti barang pecah belah, gelas, kendi, gerabah dan sebagainya, coba jatuhkan piring yang terbuat dari keramik bandingkan dengan piring dari logam, pasti keramik mudah pecah, walaupun sifat ini tidak berlaku pada jenis keramik tertentu, terutama jenis keramik hasil sintering, dan campuran sintering antara keramik dengan logam. sifat lainya adalah tahan suhu tinggi, sebagai contoh keramik tradisional yang terdiri dari clay, flint dan feldfar tahan sampai dengan suhu 1200 C, keramik engineering seperti keramik oksida mampu tahan sampai dengan suhu 2000 C. kekuatan tekan tinggi, sifat ini merupakan salah satu faktor yang membuat penelitian tentang keramik terus berkembang. Secara umum sifat keramik meliputi :
1.   Keras, kuat, tetapi bersifat getas atau mudah pecah.
2.   Tahan terhadap korosi.
3.   Kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah.
4.   Sifat listriknya dapat menjadi isolator, semikonduktor, konduktor bahkan superkonduktor.
5.    Dapat bersifat magnetik dan non magnetik.
1.4       Jenis-jenis Keramik
Pada prinsipnya keramik terbagi menjadi dua, yaitu:
1.4.1        Keramik tradisional
Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam, seperti kuarsa, kaolin, dll. Yang termasuk keramik ini adalah: barang pecah belah (dinnerware), keperluan rumah tangga (tile, bricks), dan untuk industri (refractory).
1.4.2        Keramik halus
Fine ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik, advanced ceramic, engineering ceramic, techical ceramic) adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam, seperti: oksida logam (Al2O3, ZrO2, MgO,dll). Penggunaannya: elemen pemanas, semikonduktor, komponen turbin, dan pada bidang medis. (Joelianingsih, 2004)
1.5  Jenis Keramik Menurut Kepadatan
             
1.5.1  Gerabah (Earthenware)   
Dibuat dari semua jenis bahan tanah liat yang plastis dan mudah dibentuk dan dibakar pada suhu maksimum 1000°C. Keramik jenis ini struktur dan teksturnya sangat rapuh, kasar dan masih berpori. Agar kedap air, gerabah kasar harus dilapisi glasir, semen atau bahan pelapis lainnya. Gerabah termasuk keramik berkualitas rendah apabila dibandingkan dengan keramik batu (stoneware) atau porselin. Bata, genteng, paso, pot, anglo, kendi, gentong dan sebagainya termasuk keramik jenis gerabah. Genteng telah banyak dibuat berglasir dengan warna yang menarik sehingga menambah kekuatannya.
1.5.2  Keramik Batu (Stoneware)       
Dibuat dari bahan lempung plastis yang dicampur dengan bahan tahan api sehingga dapat dibakar pada suhu tinggi (1200°-1300°C). Keramik jenis ini mempunyai struktur dan tekstur halus dan kokoh, kuat dan berat seperti batu. Keramik jenis ini termasuk kualitas golongan menengah.
1.5.3  Porselin (Porcelain)
Adalah jenis keramik bakaran suhu tinggi yang dibuat dari bahan lempung murni yang tahan api, seperti kaolin, alumina dan silika. Oleh karena badan porselin jenis ini berwarna putih bahkan bisa tembus cahaya, maka sering disebut keramik putih. Pada umumnya, porselin dipijar sampai suhu 1350°C atau 1400°C, bahkan ada yang lebih tinggi lagi hingga mencapai 1500°C. Porselin yang tampaknya tipis dan rapuh sebenarnya mempunyai kekuatan karena struktur dan teksturnya rapat serta keras seperti gelas. Oleh karena keramik ini dibakar pada suhu tinggi maka dalam bodi porselin terjadi penggelasan atau vitrifikasi. Secara teknis keramik jenis ini mempunyai kualitas tinggi dan bagus, disamping mempunyai daya tarik tersendiri karena keindahan dan kelembutan khas porselin. Juga bahannya sangat peka dan cemerlang terhadap warna-warna glasir.
1.5.4  Keramik Baru (New Ceramic)
Keramik yang secara teknis, diproses untuk keperluan teknologi tinggi seperti peralatan mobil, listrik, konstruksi, komputer, cerobong pesawat, kristal optik, keramik metal, keramik multi lapis, keramik multi fungsi, komposit keramik, silikon, bioceramic, dan keramik magnit. Sifat khas dari material keramik jenis ini disesuaikan dengan keperluan yang bersifat teknis seperti tahan benturan, tahan gesek, tahan panas, tahan karat, tahan suhu kejut seperti isolator, bahan pelapis dan komponen teknis lainnya.



BAB II

PEMBAHASAN



TEKNIK-TEKNIK DALAM PEMBUATAN KERAMIK

2.1  Penyiapan Bahan Mentah
meliputi : penggalian bahan mentah, penimbunan dan penggilingan.
  1. Penggalian bahan mentah, bahan mentah yang digunakan untuk keramik pada umumnya adalah lempung/tanah liat. Sebagian besar lempung merupakan bentuk endapan yang terletak di permukaan bumi sehingga penggaliannya dilakukan dengan cara terbuka.
  2. Penimbunan, bahan mentah hasil galian sebaiknya ditimbun dahulu. Selama  dalam penimbunan, lempung ini diberikan air, jika perlu direndam dalam air. Hal ini perlu dilakukan agar partikel-partikel yang semula di bawah dan kurang menyerap air menjadi lebih lapuk dan menyerap air. Selain itu juga untuk melarutkan garam sulfat yang merugikan. Pada saat penimbunan ini, biasanya juga dilakukan pencampuran dengan bahan lain, misalnya pasir.
  3. Penggilingan, Untuk lempung yang berbentuk bongkahan yang keras, sebelum ditimbun digiling terlebih dahulu. Penggilingan dilakukan dengan menggunakan kollegrang yang dasamya berlubang-lubang untuk mendapatkan susunan besar butir yang lebih homogen. Selama digiling didalam alat ini, bahan yang sudah menjadi tepung ditambah dengan air sambil digiling, sehingga keluar dari kollegrang, bahan sudah berbentuk lempung basah. Untuk mendapatkan lempung yang lebih homogen, dilakukan penggilingan lagi di pugmill (mixer). Selesai dari pugmill, bahan diolah lagi di dalam extruder. Di dalam alat ini lempung diaduk dan ditekan, sehingga dihasilkan lempung yang benar-benar padat berbentuk kolom segi empat atau bulat.
Proses pembentukan produk keramik sangat menentukan sifat fisik suatu produk keramik. Cara pembentukan keramik tergantung pada : tujuan pemakaian, sifat bentuknya dan bahan dasamya. Ada empat cara pembentukan produk keramik, yaitu :

2.2   Teknik Pilin (Coiling)

teknik ini merupakan gabungan dari pilinan tanah yang ditumpuk  satu per satu diantara pilinan yang lain sehingga membentuk sebuah keramik.

Langkah langkah dalam pembuatannya sebagai berikut.

1.      3.jpgAduklah kurang lebih 4 kg tanah liat, 1 gelas tumbukan batu bata, dan sedikit pasir dalam 1 wadah menggunakan air secara menyeluruh, kemudian banting bantinglah adonan tanah tersebut pada permukaan yang datar dan bersih hingga homogen, usahakan kadar air tidak terlalu tinggi dan tidak juga terlalu rendah.

2.      adsc.jpgLangkah selanjutnya yaitu membuat pilitan dengan ukuran diameter kira kira  sebesar jari kelingking, lalu tumpuklah setiap pilitan tanah tersebut sesuai dengan sketsa yang telah persiapkan sebelumnya. Usahakan dalam setiap tumpukan, eratkan dengan menggunakan lem. Lem terbuat dari tanah liat yang kadar airnya sangat banyak hingga menyerupai bubur. Lakukanlah secara teratur agar bentuk yang dihasilkan memiliki konstruksi yang kuat.
空同乐 5äY S1àÁ 各得2938.jpg
3.      Setelah pilitan disusun sesuai dengan sketsa hingga selesai minimal 30 cm, langkah selanjutnya yaitu memberikan lem dengan cara dikuaskan keseluruh permukaan keramik. Lalu berilah ornament, tekstur, atau hiasan lainya untuk memberikan kesan pada hasil akhir yang dibuatnya.

4.      Setelah karya benar benar kering, finishinglah karya tersebut, bisa dengan menggunakan pecahan kaca, amplas dan lain sebagainya yang bisa dimanfaatkan, hingga keramik benar benar siap untuk dibakar.


2.3   Teknik Pijit (Pinching)
                                      
Benda keramik yang dihasilkan dari teknik pijit Relatif kecil sampai ukuran sedang. Namun untuk pembuatan kali ini, panjang harus mencapai 30 cm serta diameter disesuaikan dengan bentuk keramik yang akan dibuatnya.

Langkah yang dilakukan hampir sama dengan yang diatas yaitu sebagai berikut.

1.      Aduklah kurang lebih 4 kg tanah liat, 1 gelas tumbukan batu bata, dan sedikit pasir dalam 1 wadah menggunakan air secara menyeluruh, kemudian banting bantinglah adonan tanah tersebut pada permukaan yang datar dan bersih hingga homogen, usahakan kadar air tidak terlalu tinggi dan tidak juga terlalu rendah.
3.jpg





2.      Kemudian buatlah bola bola kecil hingga sedang untuk membuat pilitan yang nantinya akan digunakan untuk pembentukan batu dan terumbu karang. Buatlah pilitan seperti teknik coil.
K HG.jpgadsc.jpgK HG.jpg






3.      Kemudian buatlah dasar atau fondasi pada permukaan papan atau meja yang mudah untuk diangkat. Lalu mulailah dengan menyusun hasil pilitan hingga menyerupai terumbu karang yang sebenarnya. Untuk membuat tekstur pada terumbu karang bisa digunakan jarum, mata pena / pensil, pisau runcing dan lain sebagainya yang dianggap bisa digunakan.
空同乐 5äY S1àÁ 各得2935.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得2935.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得2826.jpg







4.      Setelah pembuatan alas dan terumbu karang selesai, langkah selanjutnya yaitu membuat badan ikan. Untuk membuat badan ikan usahakan lempengan tidak terlalu tebal dan jangan pula terlalu tipis, karena jika terlalu tebal ditakutkan ketika pembakaran akan pecah, dan jika terlalu tipis ditakutkan hal tersebut akan menyulitkan dalam proses pembentukannya.
5.      Setelah pembuatan badan ikan selesai, buatlah motif atau sisiknya agar terlihat lebih realis. Selanjutnya yaitu kuaskanlah lem keseluruh bagian permukaan karya yang dihasikan tersebut. Untuk membuat kesan tekstur pada sisik ikan bisa menggunakan kuas, lidi, dan lain sebagainya.

6.      Setelah karya benar benarS kering, finishinglah dengan cara membuang bagian bagian yang tidak diinginkan bisa dengan menggunakan pisau atau alat lain. seperti pada gambar dan karya siap untuk dibakar.
空同乐 5äY S1àÁ 各得2826.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得2935.jpg









2.4  Teknik Cetak (Presmoulding)

Teknik ini dibedakan menjadi 3 yaitu,
 1. teknik cetak tekan,
 2. cetak tuang, dan
 3. teknik cetak jigger.

Pada kesempatan kali ini penulis akan mencoba membuat dengan menggunakan teknik cetak tekan, hal hal yang perlu dipersiapkan antara lain yaitu : tanah liat, serbuk batu bata, sedikit pasir, batu sebagai pencetak, plastic tipis, pisau cutter, palu dari kayu, benang serta benda benda lain yang sekiranya diperlukan.
7082cutter.jpgNewPicture3-1.png空同乐 5äY S1àÁ 各得3015.jpg




Proses pembuatan :
1.      Aduklah kurang lebih 4 kg tanah liat, 1 gelas tumbukan batu bata, dan sedikit pasir dalam 1 wadah menggunakan air secara menyeluruh, kemudian banting bantinglah adonan tanah tersebut pada permukaan yang datar dan bersih hingga homogen, usahakan kadar air tidak terlalu tinggi dan tidak juga terlalu rendah.
空同乐 5äY S1àÁ 各得3014.jpg3.jpg





2.      Bagilah tanah menjadi beberapa bagian, tujuanya untuk mempermudah ketika penempelan bisa satu persatu atau tahap demi tahap di lakukan. Tempelkanlah adonan tanah pada batu yang telah dilapisi dengan plastic lalu tekan sampai benar benar padat dan melekat pada batu tersebut. Usahakan jangan ada angin yang terperangkap didalamnya, karena itu dapat membuat hasil cetakan tidak sesuai dengan batu aslinya. Sebagai contoh, cermatilah gambar berikut.
adsc.jpgK HG.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得3015.jpg





3.      Setelah selesai secara keseluruhan, diamkan beberapa saat agar kadar air lebih sedikit, kemudian potong cetakan tersebut dengan menggunakan benang, tujuanya yaitu untuk mengeluarkan batu didalamnya.
4.      Setelah batu dapat dikeluarkan, rekatkan kembali bagian yang terpotong dua bagian tersebut menjadi satu bagian sehingga kembali seperti semula, yaitu menyerupai batunya. Untuk menempelnya gunakanlah lem agar lebih kuat lalu sedikit di tekan.
5.      Kemudian berikanlah ornament atau sentuhan pada beberapa bagian cetakan batu tersebut, namun yang perlu diingat yaitu jangan sampai merubah bentuk batu tersebut. Ornament atau sentuhan yang dibuat usahan sesuai dengan sketsa yang telah ditentukan sebelumnya.
6.      Gunakanlah alat bantu lain seperti kuas, pena / pensil, pisau dan lain sebagainya untuk membuat tekstur permukaan menjadi lebih fantastis dan menakjubkan.
7.      Setelah semua usai, finishinglah karya tersebut agar lebih rapih. Lalu diamkanlah karya tersebut hingga benar benar kering dan kemudian siap untuk dibakar. Hasil akhir bisa dilihat pada gambar. Gambar dibawah ini adalah perbandingan antara basah dan kering.
空同乐 5äY S1àÁ 各得3062.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得3023.jpg










2.5  Teknik Lempeng (slab building)

Dalam teknik ini ada beberapa jenis slap atau lempengan yang biasa digunakan, diantaranya yaitu sebagai berikut:
a.      Lempeng bentuk datar, misal tegel, papan nama, dan hiasan dinding.
b.      Lempeng lipat, misalnya Wadah, tabung, standar buku, dan tempat surat.
c.       Lempeng dengan acuan, misalnya berbagai bentuk wadah.
d.      Lempeng sambung, misalnya kotak, tempat alat tulis, asbak, vas bunga, dan tempat perhiasan

untuk karya kali ini penulis mencoba membuat keramik dengan menggunakan teknik lempeng atau slab building yaitu dengan cara lempeng lipat, hal hal yang dbutuhkan diantaranya yaitu tanah liat sebanyak 8 kg, serbuk batu bata kira kira 2 gelas, 1pasir halus, air secukupnya.
Sebagai catatan, karya ini biasanya dilakukan secara individu ataupun berkelompok, karya kali ini penulis lakukan secara kelompok, yaitu berdua, tujuanya agar proses pembuatanya bisa lebih cepat.


            Proses yang harus dilakukan:
1.      Aduklah kurang lebih 8 kg tanah liat, 2 gelas tumbukan batu bata, dan 1 gelas pasir halus dalam 1 wadah menggunakan air secukupnya secara menyeluruh, kemudian banting bantinglah adonan tanah tersebut pada permukaan yang datar dan bersih hingga homogen, usahakan kadar air tidak terlalu tinggi dan tidak juga terlalu rendah.
空同乐 5äY S1àÁ 各得3014.jpg3.jpg





2.      Setelah adonan tanah selesai siap, buatlah sketsa pada bagian yang ditonjolkan dari karya tersebut. Dengan format, panjang 18 cm, lebar 10 cm. seperti pada gambar.

空同乐 5äY S1àÁ 各得2934.jpg






3.      Setelah tanah siap dihomogenkan, buatlah lempengan pada permukaan datar. Gunakanlah karton jerami untuk mempermudah. Usahakan ketebalan, dan kepadatan keseluruhan sama dan seimbang. Gunakanlah alat bantu untuk mengatur ketebalannya, sesuai pada
4.      gambar.
image002.jpgNewPicture5-1.png





5.      Setelah selesai, tahap selanjutya yaitu mengangkat lempengan tersebut keposisi berdiri, rekatkan setiap ujung lempengan dengan lem, kontrolah bulatanya agar sama dan seimbang, Lalu ikatlah bagian luar secara kuat menggunakan tapi raffia, lalu diamkan beberapa saat sampai kadar air menyusut.
6.      Setelah air menyusut dan lempengan dapat berdiri tegak, lepaslah ikatan dan kartonya. Langkah berikutnya yaitu memberikan sentuhan, ornament atau relief di seluruh dinding lempengan tersebut sesuai dengan sketsa yang disepakati bersama. Lakukan sampai benar benar selesai.
7.      Setelah kering, finishinglah agar lebih maksimal karya yang dihasilkan. Karya siap untuk dibakar.




空同乐 5äY S1àÁ 各得3059.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得3058.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得3057.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得3060.jpg








           
             


2.6  Soufennir Keramic

      Bentuk dari soufennir keramik ini sangat kecil, fungsinya yaitu sebagai hiasan saja. Bentuk bentuk soufennir keramik sangat beragam, sangat banyak dijumpai dipasaran, mulai dari bentuk yang sederhana hingga bentuk yang rumit. Pada kesempatan kali ini penulis ditugaskan harus menyelesaikan 10 macam soufennir selama satu semester, batas waktu hingga masa pembakaran. Berikut adalah beberapa contoh yang berhasil penulis abadikan dalam bentuk karya.

1.      dalam membuat sofennir keramik ini penulis menggabungkan beberapa teknik, diantaranya yaitu :
teknik coiling ( pilitan ), slab building ( press ), dan teknik pinching ( pijit ). Untuk teknik coiling penulis terapkan pada batang pohon, teknik slab building penulis terapkan pada dasarnya, sedangkan untuk teknik pinching diterapkan pada bagian asbak.
空同乐 5äY S1àÁ 各得3061.jpg




2.      soufennir berikutnya yaitu berbentuk organ tubuh manusia diantaranya yaitu jempol kaki,jari telunjuk setengah jari tengah, potongan lidah, dan belatung. Teknik yang digunakan dalam membuat karya tersebut yaitu dengan menggunakan teknik pinching ( pijit ).
3.       
BAB III

PENUTUPAN



A.    Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa hal-hal berikut, Perkembangan teknologi material keramik pada saat ini telah diarahkan kepada spesifikasi kegunaannya dalam berbagai kebutuhan, antara lain : kebutuhan rumah tangga, industri mekanik, elektronika, cordierite, refraktori, teknologi ruang angkasa, keramik berpori , dan lain sebagainya.
Kamus dan ensiclopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar seperti gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat. (Yusuf, 1998;2).
Sifat keramik sangat ditentukan oleh struktur kristal, komposisi kimia dan mineral bawaannya. Oleh karena itu sifat keramik juga tergantung pada lingkungan geologi di mana bahan diperoleh.

B.     Saran

Berdasarkan pengalaman pengerjaan tugas keramik dasar ini, disarankan secara keseluruhan baik bahan, alat, tekhnik maupun desain harus lengkap, dan bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut dituntut untuk kreatif, inofatif, dan bermotifasi, serta yang terpenting minat dalam berkarya, sebab mata kuliah keramik dasar harus banyak bersabar karena pengerjaannya disesuaikan dengan bahan yang digunakan serta ketelatenan dalam proses pembuatanya.



空同乐 5äY S1àÁ 各得3063.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得3063.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得3063.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得3063.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得3063.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得3029.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得3029.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得3029.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得3029.jpg空同乐 5äY S1àÁ 各得3029.jpg

1 komentar:

  1. Apabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemical , atau yang berhubungan dengan chemical, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan konsultasi kepada Anda mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.

    Salam,

    (Tommy.k)

    WA:081310849918
    Email: Tommy.transcal@gmail.com

    Management

    OUR SERVICE
    Boiler Chemical Cleaning
    Cooling tower Chemical Cleaning
    Chiller Chemical Cleaning
    AHU, Condensor Chemical Cleaning
    Chemical Maintenance
    Waste Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP)
    Degreaser & Floor Cleaner Plant
    Oli industri

    BalasHapus